Advokasi & Koordinasi Labkesmas tingkat provinsi tahun 2025: Fondasi Kuat untuk NTB Sehat
Mataram, 30 Juni 2025 โ Dalam rangka memperkuat tata
kelola Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) sebagai bagian dari
transformasi layanan primer, BLKPK Provinsi NTB mengadakan kegiatan Koordinasi
dan Advokasi LS/LP di Lombok Plaza Hotel, yang dihadiri oleh pemangku
kepentingan lintas sektor seperti Bappeda,
BPKAD, Biro Organisasi, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, RSUD,
serta laboratorium kesehatan dari berbagai daerah di NTB.
Tujuan kegiatan ini adalah memperoleh dukungan kebijakan dan
anggaran dari instansi terkait untuk penyelenggaraan Labkesmas yang berkualitas
dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendorong terjalinnya kerja sama formal
melalui MoU antara BLKPK NTB dan Dinas Kesehatan dengan instansi peserta, serta
menargetkan dukungan operasional, pemenuhan SDM, dan penguatan sarana prasarana
laboratorium.
Acara
dibuka dengan laporan panitia oleh Hj. Dian Susilawati, SST., M.Keb,
selaku Kepala Seksi Pelayanan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTB. Sambutan
disampaikan oleh Hj. Tuti Herawati, S.SIT., MPL, Kepala Bidang Sumber
Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Sesi materi diisi oleh narasumber dari Direktorat Tata
Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI, PLH Kadinkes Provinsi NTB, dan
Kepala BLKPK NTB, yang membahas kebijakan transformasi Labkesmas, digitalisasi
layanan, penguatan jejaring, dan rencana tindak lanjut provinsi.
Rencana tindak lanjut strategis yang dihasilkan antara
lain:
- Perubahan
nomenklatur dan penyusunan SOTK baru BLKPK sesuai standar Labkesmas
Tier 3.
- Peningkatan
alokasi anggaran untuk pemenuhan standar laboratorium Tier 3 dan peran
pembinaan terhadap Tier 1 dan 2.
- Peningkatan kemitraan dan
jejaring laboratorium
melalui perjanjian kerja sama (PKS) atau MoU dengan fasilitas kesehatan
dan laboratorium pemerintah maupun swasta, mencakup layanan laboratorium
patologi klinik, laboratorium pengujian lingkungan, dan kalibrasi
- Penguatan
sistem rujukan dan pelaporan antar tier, serta integrasi dengan sistem
surveilans kesehatan masyarakat.
ยท
Pengembangan
kerja sama dengan BPJS Kesehatan,
khususnya untuk mendukung pemeriksaan program pengelolaan penyakit kronis
(Prolanis) dari tier 1 dan 2 ke tier 3.
- Peningkatan dukungan terhadap
kegiatan surveilans dan penanggulangan KLB melalui rujukan laboratorium
dari Bidang P2 Dinas Kesehatan Provinsi NTB ke BLKPK.
Kegiatan ini melanjutkan program advokasi tahun 2024 dan
menjadi bagian strategis dalam pembangunan kesehatan daerah yang terintegrasi.